Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 31

Gambar
“Kesungguhan seseorang dalam mengharap ditandai kesungguhannya dalam berusaha menggapai. Yang berharap tanpa berusaha adalah orang yang tidak punya harapan. Yang tidak punya harapan adalah orang yang tidak punya masa depan. Ia telah mati sebelum kematian. Dusta orang yang mengharap ridho Allah namun tidak berusaha menjauhi maksiat dan memperbanyak ketaatan.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 31. 7.59 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 28

Gambar
“Kita sering tanpa sadar mengukur kebaikan adalah apa yang di suka hawa nafsu kita. Hingga kebaikan haqiqi yang ditawarkan oleh Allah kepada kita melalaui hamba-hambanya sering tidak kita indahkan. Bahkan kadang kita menolak dan marah kepada hamba tersebut. Itulah kedunguan yang lahir dari mengikuti hawa nafsu. Maka sadarilah ! Berapa banyak orang yang telah datang kepada kita dengan membawa kebaikan lalu kita tolak? Alangkah seringnya kita menjadi dungu.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  Ke 28. 7.56 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 27

Gambar
“Sebuah perjalanan pendek namun disinilah perjalanan yang panjang (akhirat) kita rintis dan bangun. Yang tidak sabar membangun masa depan yang panjang disaat yang sebentar ini akan menuai kesengsaraan yang amat panjang. Sungguh perjalanan kita di dunia ini sangat singkat, kita yang masih bisa mengingat masa kanak-kanak dan remaja saat inipun tanpa terasa kita sudah mendekati masa purna.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 27. 7.44 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 26

Gambar
“Saat kita mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan lalu ia tidak segera faham dan saat itupun kita berkata kalau : “ Ia dungu “. Atau setelah ia faham namun masih kukuh untuk melakukannya, lalu kita berkata kalau : “ Dia keras hati dan keras kepala!” Akan tetapi.. Pernahkah kita menyadari saat kita diingatkan kadang kalau kita tidak dungu kita pun jadi keras kepala? Sungguh kita amat butuh keinsyafan akan diri kita!” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 26. 7.39 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 25

Gambar
”Hakekat kekayaan bukanlah disaat melimpahnya harta, akan tetapi karunia yang disambut hati dengan penuh rasa syukur. Hakekat kekayaan bukanlah di saat kita mendapatkan harta melimpah, akan tetapi disaat hati kita tidak menginginkannya. Itulah kaya hati yang membebaskan si faqir sekalipun dari dibelenggu rasa miskin dan kekurangan.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  Ke 25. 7.35 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 24

Gambar
“Kerakusan adalah kefaqiran tersembunyi. Kerakusan amat menyiksa orang yang kaya sekalipun. Sungguh kepuasan dalam dunia (harta dan tahta) bukan saat terpenuhinya harap, akan tetapi saat tidak adanya keinginan.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 24. 7.32 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 23

Gambar
“Tidak ada dosa besar bagi orang yang menyesalinya, begitu sebaliknya tidak ada dosa kecil bagi orang yang meremehkannya. Meremehkan dosa adalah merendahkan Allah. Itulah yang menjadikan dosa menjadi besar. Tidak ada yang melakukan dosa besar kecuali karena dimulai dari meremehkan dosa kecil. Yang tidak pernah menyesali dosa kecil akan mudah terjerumus dalam dosa besar.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 23. 7.29 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 22

Gambar
“Sungguh beruntung yang menyadari masa depan anaknya yang sesungguhnya adalah saat setelah mereka meninggal. Akan tetapi alangkah banyaknya orang tua yang hanya berfikir untuk kehidupan anaknya saat di dunia dan lalai akan bekal akhiratnya. Mari kita tanya diri kita sendiri, dimana anak kita sekolah? Dengan siapa berteman dan menikah? Bekerja dan tinggal dimana? Apa yang ia baca dan ia lihat, dan seterusnya. ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 22. 7.26 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 21

Gambar
“Sangat benar jika kita terheran saat melihat seorang ibu dan bapak menyuapi bayinya dengan kotoran. Akan tetapi pernahkah kita benar-benar merasa terheran saat ada seorang ibu atau bapak memberi makan anaknya dari sesuatu yang haram? Atau mungkin kita sendiri yang melakukannya? Jika kita belum bisa terheran maka kita adalah manusi aneh yang mengherankan. Sebab sesuatu yang haram adalah sangat kotor di hadapan Allah.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 21. 7.22 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 20

Gambar
“Hakekat menjalankan sunnah Nabi bukanlah sekedar membawa anggota tubuh untuk mengikuti pesan dan perilaku Rasulullah, akan tetapi hadirnya beliau di hati saat kita menjalankan sunnah. Itulah hakekat. Alangkah banyaknya orang menjalankan sunnah Nabi namun yang diingat adalah kalimat hadits yang di bukukan atau diucapkan, dan bukan Rasulullah yang hadir di hatinya.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 20. 7.19 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 18

Gambar
”Sudahkah anda sadari satu hembusan nafas yang anda hembuskan adalah berkurangnya kesempatan anda untuk memohon ampun dan beramal baik dan sekaligus semakin dekat langkah pasti anda menuju kematian? Maka jangan hembuskan nafas anda kecuali anda barengi dengan penyesalan akan segala dosa dan meningkatkan ketaatan untuk menggapai kebahagiaan setelah tidak ada nafas lagi yang anda hembuskan ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 18. 7.13 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 17

Gambar
”Sebaik-baik guru adalah sahabat anda, sebaik-baik sahabat adalah guru anda. Sungguh rugi jika anda bersahabat dengan orang yang tidak pernah menjadi guru anda menuju kemuliaan. Sungguh sia-sia berguru kepada orang yang tidak menjadi sahabat dalam menuju kemuliaan. Maka jangan bersahabat dengan orang yang tidak bisa menjadi guru bagi anda.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 17. 7.10 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 16

Gambar
Hati yang bersih akan bisa melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat sekalipun dan hati yang kotor akan mudah melihat kejelekan orang lain yang tidak pernah ada. Orang lain adalah cerminan  bagi hati anda, jika hati anda selalu melihat kejelekan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itu artinya hati anda kotor.  Jika hati anda selalu melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itulah tanda kebersihan hati anda. #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 16. 7.04 Selasa, 9 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 15

Gambar
“Mengingat dosa serta menyesalinya lebih menghidupkan hati dari pada memperbanyak amal kebaikan tanpa merenungi dosa. Alangkah banyaknya orang beribadah dengan sesuatu yang haram tanpa ia sadari. Ia merasa mendapat ridho dari Allah padahal ia dimurkai oleh Allah.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 15. 7.19 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 14

Gambar
“Jika suatu saat anda berfikir bagaimana meningkatkan ibadah itu adalah kemajuan. Setelah itu akan menjadi kemunduran jika anda tidak berfikir bagaimana mengurangi kemaksiatan. Alangkah banyaknya orang tertipu dengan ibadahnya hingga ia lalai akan segala dosanya.” #Mutiara_H ikmah_Buya_Yahya Ke 14 7.16 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 13

Gambar
”Silaturahim jasad yang tidak dibarengi silaturahim hati hanya akan tambah merusak hati. Alangkah banyak orang bersilaturahim jasad dan disaat berpisah justru mendapatkan bahan baru untuk menggunjing, membenci dan mendengkinya buah dari yang dilihat saat bertemu. ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 13 7.13 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 12

Gambar
“Silaturahim adalah bertemunya hati dalam cinta karena Allah bukan sekedar bertemunya jasad. Jika harus ada pertemuan jasad itu adalah untuk mempertemukan hati. Bertemunya hati di tandai dengan panjatan doa saat berpisah.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 12 7.03 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 11

Gambar
“Yang berbangga dengan dunia, ia akan capek menjadi budaknya. Pada akhirnya harus di tinggalkanya. Mobil mewah, rumah megah hanya cerita singkat. Saat tutup usia semua ditinggal. Bahkan sanak saudara pun tidak mengizinkan untuk bertahan. Sebelum 3 hari harus sudah di keluarkan dari rumah. Berbanggalah dengan akhirat! Jadikan dunia ini ladang amal untuk akhirat!” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  Ke 11 7.00 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 8

Gambar
”Sahabat anda adalah orang yang di saat anda melakukan kesalahan ia amat bersemangat untuk mengingatkan anda. Orang yang mengaku sebagai sahabat anda akan tetapi tidak pernah mengingatkan anda disaat anda salah, sungguh ia adalah musuh yang menyamar menjadi sahabat. Ia hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya dan tidak menginginkan kebaikan untuk anda ” #Mutiara_Hikmah_Buya_yahya Ke 8 6.56 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 7

Gambar
“Pernahkah kita sadari saat ada salah satu dari sahabat atau sanak keluarga kita mengingatkan kita akan sebuah kebenaran atau menegur kita akan kesalahan kita? Jika tiba-tiba kita merasa tidak nyaman berkomunikasi dengannya, maka pastikan kalau diri kita adalah ‘orang yang sombong’. Sungguh celaka orang yang sombong” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 7 6.53 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 10

Gambar
“Hanya kebodohan yang menjadikan seseorang itu sombong. Bermula dari air mani yang hina dan akhirnya menjadi bangkai yang busuk. Disaat hidup pun kemana-mana di perutnya tersimpan sesuatu yang busuk yang harus dibuang dengan kondisi busuk. Keringat mengucur pun menjijikkan. Yang biasa dengan baju bermerek akhirnya pun mengenakan kain kafan, baju seragam si fakir dan si kaya.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  Ke 10 6.49 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 30

Gambar
”Jika ingin bersedekah atau berbuat baik jangan kita melihat apa yang kita miliki dan bisa kita lakukan, akan tetapi lihatlah ke-Maha Kaya-an Allah dan ke-Maha Kuasa-an Allah yang tidak berbatas. Itulah yang menumbuhkan kesadaran bersedekah dan berbuat baik. Membawa si fakir dan si lemah untuk sanantiasa memohon, dan membawa si kaya dan yang mampu untuk berbuat.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  Ke 30 6.44 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 29

Gambar
”Mana yang akan dipilih oleh seorang hamba yang sadar disaat melakukan kemaksiatan : Ia bermaksiat dengan mudah karena ia merasa bahwa Allah tidak melihatnya, atau ia bermaksiat dan ia yakin jika Allah melihatnya? Jika ia pilih yang pertama maka ia telah kafir dan jika ia pilih yang kedua ia telah kurang ajar kepada Allah! Merenungi dan menginsyafi makna inilah yang akan mengurangi kemaksiatan. ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  Ke 29 6.41 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 19

Gambar
“Kematian adalah sesuatu yang kedatangannya sangat diyakini oleh semua manusia, akan tetapi perilaku manusia seperti orang yang tidak percaya akan kehadirannya. Banyaknya terjadi kedholiman kepada sesama atau kemaksiatan kepada Allah adalah karena seseorang lupa kematian. Sungguh senantiasa mengingat kematian akan menghantarkan seorang hamba untuk semakin khusyu’ kepada Allah dan semakin indah dengan sesama.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 19 6.36 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 6

Gambar
“Jika seorang hamba begitu berat melakukan kebaikan bahkan di saat direncanakan dengan fasilitas yang cukup sekalipun tetap tidak terwujud, dan kemaksiatan selalu mengiringi langkahnya biarpun ia berusaha menjauh. Itulah pertanda hamba yang di benci oleh Allah. Mari kita renungi diri kita! ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 6 6.33 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 38

" Dalam berinfaq jangan berfikir apakah dengan cara terang-terangan atau tersembunyi. Mana yang lebih mudah itulah yang hendaknya engkau lakukan . Ikhlas adalah menata hati, itu urusanmu dengan Allah. Yang sedekah terang-terangan harus waspada. Selalu jaga hati. Niatkan untuk memberi contoh yang lainnya, agar pahalamu berlipat ganda dan segera bungkus dengan sedekah tersembunyi agar terhindar dari riya. Ingat! Banyak orang ingin menyembunyikan sed ekah, ternyata dibawa oleh syetan pada kebakhilan. Yang lain sudah pada berinfaq dia sendiri tertinggal dari rombongan kemulyaan. Bagi yang merindukan sedekah secara terang-terangan hendaknya segera merindukan sedekah tersembunyi tanpa mengurangi apa yang telah dilakukan dari sedekah terang-terangan. Bagi yang merindukan sedekah dengan tersembunyi hendaknya segera melakukan sedekah terang- terangan agar tidak tertipu oleh kebakhilan yg tersembunyi di hatinya " # Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 38 6.25 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon...

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 3

Gambar
“Merenunglah sejenak berapa banyak dosa yang kita lakukan bersama hembusan nafas kita? Dan sudahkah kita sadari bahwasannya itu adalah dosa, dan sudahkah kita di saat menyadari akan sebuah dosa lalu kita memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan dan dibarengi dengan tetesan air mata kerinduan akan pengampunan dari Allah? Jujurlah! Pernahkan kita menitikkan air mata karena menyesali dosa? ” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya Ke 3 6.04 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 4

Gambar
“Berapa kali permohonan ampun kita panjatkan dalam sehari? Berapa kali saat kita meminta ampun di saat itu menyadari jika kita sedang meminta ampun? Alangkah banyak orang yang hanya memohon ampun dengan lidah sementara hatinya jauh dari rasa takut akan siksa Allah. Itulah istighfar yang perlu diistighfari.” # Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 4 6.17 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 5

Gambar
“Tanda hamba yang dipilih Allah adalah hamba yang sulit melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikan. Banyak hamba Allah yang selalu gagal disaat berusaha melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikan yang tidak direncanakan sekalipun. Itulah pertanda hamba yang dicintai Allah. Renungilah diri Anda!" # Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 5 6.12 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 9

Gambar
“Jika Anda melihat banyak orang fakir di sekitar Anda itu bukan karena Allah tidak bisa mencukupi mereka. Akan tetapi itu karena Allah ingin mengangkat Anda dengan bantuan Anda kepada mereka. Maka bantulah mereka dengan penuh penghargaan pada mereka. Karena mereka Anda mulia, dan yang Anda berikan pada mereka tidak sebanding dengan yang Allah berikan pada anda.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya ke 9 5.59 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 28

Gambar
“Kita sering tanpa sadar mengukur kebaikan adalah kebaikan yang disuka hawa nafsu kita. Hingga kebaikan haqiqi yang ditawarkan oleh Allah SWT kepada kita melalui hamba-hamba-Nya sering tidak kita indahkan. Bahkan kadang kita menolak dan marah kepada hamba tersebut. Itulah kedunguan yang lahir dari mengikuti hawa nafsu. Maka sadarilah berapa banyak orang yang telah datang kepada kita dengan membawa kebaikan lalu kita tolak? Alangkah seringnya kita menjadi dungu.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 28 5.56 Rabu, 3 Juni 2020 sumber, Cirebon

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 52

Gambar
“Saat dirimu malas menyebut namaNya, sadarilah bahwa saat itu Allah SWT berpaling darimu. Saat engkau malas bersholawat (kepada Nabi SAW), sadarilah bahwa saat itu Allah SWT menjauhkan dirimu dari Hamba TerkasihNya.” # Mu tiara_Hikmah_Buya_yahya  Ke 52 20.50 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 51

Gambar
“Keberhasilanmu dalam memerangi hawa nafsu dan kesombonganmu adalah disaat dirimu lebih rindu untuk mengetahui kekuranganmu daripada kelebihanmu dan lebih senang saat dirimu ditegur daripada saat disanjung” # Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 51   20.45 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 50

Gambar
“Saat engkau merasa capek dan lelah dengan ujian yang Allah berikan kepadamu, itu pertanda kalau engkau semakin jauh dari pertolongan-Nya” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 50 20.39 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 49

Gambar
“Agar hatimu selalu tenteram dan rela dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah, ingat disana ada orang yang merindukan keadaan seperti dirimu karena begitu berat cobaan dan ujian mereka dibanding dengan yang engkau terima. Jika engkau sakit, disana ada orang sakit yang lebih parah dari dirimu. Jika engkau faqir disana ada orang lebih faqir dari dirimu.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 49 20.36 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 48

Gambar
“Saat engkau penuhi pandanganmu dengan kekurangan saudaramu, maka matamu pun tidak akan bisa melihat kebaikannya. Disaat engkau tidak bisa melihat kebaikan seseorang, engkau pun tidak bisa bersyukur kepadanya. Saat engkau tidak bersyukur kepadanya, engkau pun telah tidak bersyukur kepada Allah.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 48 20.30 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 47

Gambar
“Jika engkau tidak tulus kepada Allah dan saudaramu, maka engkau telah berkhianat. Ketulusanmu kepada Allah adalah saat engkau bisa menyembunyikan kebaikanmu dari mata manusia. Ketulusanmu kepada saudaramu adalah saat engkau bisa menyembunyikan kekurangannya dari mata manusia.“ # Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 47 20.27 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 46

Gambar
“Seseorang bisa bersalah dan akan berakhir dengan bertaubat. Akan tetapi, bencana yang amat besar adalah jika seseorang bersalah namun tidak segera sadar kalau ia bersalah. Lebih celaka lagi adalah saat ia sadar, akan tetapi tetap terus dengan kesalahannya.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 46 20.24 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 45

Gambar
“Ada saat engkau tersungkur. Itu karena engkau ingin bangkit. Terus bangkit dan maju dan jangan takut tersungkur. Karena engkau tidak pernah bercita-cita untuk runtuh dan tertinggal.” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 45 20.21 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon.

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 43

Gambar
“Kita perlu kesadaran! Sadar kemana tujuan kita, sadar bagaimana agar sampai tujuan, sadar kendala yang menghambat untuk sampai tujuan. Sadar tempat yang dituju namun tidak mengerti bagaimana menuju akan sulit sampai tujuan. Sadar tujuan dan mengerti bagaimana cara menuju, akan tetapi tidak sadar kendala dan penghambatnya bisa terhenti dan tidak sampai tujuan. Jika engkau menuju ridho Allah, sudahkah engkau pahami jalan serta cara menempuhnya? Sudahkan engkau kenali hambatannya?” #Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 43 20.18 Selasa, 2 Juni 2020 sumber, Cirebon

Mutiara hikmah Buya Yahya ke 2

Gambar
“Sungguh dusta orang yang menjalin persahabatan, akan tetapi mereka tidak saling mendo’akan disaat berpisah. Tanda ketulusan dalam persahabatan adalah saling berdo’a saat tidak saling bertemu. Begitu mudahnya berdo’a saat bertemu, akan tetapi tidak mudah berdo’a disaat saling berpisah, kecuali bagi yang tulus. Itulah cinta karena Allah.” # Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya  ke 2 20.11 Selasa 2 Juni 2020 sumber, Cirebon